Loading...

[Review] Ryuugajou Nanana no Maizoukin

Di antara banyaknya judul keren, dan beberapa judul yang tidak keren (salah satunya Fuuun Ishin Dai Shogun) yang menghiasi musim semi i...


Di antara banyaknya judul keren, dan beberapa judul yang tidak keren (salah satunya Fuuun Ishin Dai Shogun) yang menghiasi musim semi ini, entah kenapa saya sama sekali tidak melirik judul yang satu ini: Ryuugajou Nanana no Maizoukin. Dan, setelah menontonnya (secara marathon) kemarin, saya lumayan menyesal. Anime sebagus ini luput dari pengamatan saya. Sambil menulis ulasan ini, saya sambil berpikir, mengapa pada awalnya saya memutuskan tidak menonton serial ini, dan malah menonton Brynhildr in the Darkness (yang akhirnya malah saya tinggalkan pada tengah – tengah musim). Mungkin bukan hanya saya, karena memang pada awalnya, banyak yang menganggap Nanana sebagai anime yang biasa – biasa saja.

Ryuugajou Nanana no Maizoukin dibuka dengan adegan perburuan harta karun oleh sang tokoh utama sendiri, Nanana Ryuugajou, dan dua orang temannya. Pada saat yang sama, terdengar narasi Nanana tentang keinginannya untuk mewujudkan suatu tempat bagi para anak muda untuk berpetualang. Skip ke belasan tahun setelahnya, diperkenalkan protagonis bernama Yama Juugo. Juugo, yang mendatangi pulau Nanae karena telah “dibuang” oleh keluarganya, menyewa sebuah apartemen murah pada seseorang bernama Maboro Shiki. Ketika ia mengecek kamar apartemennya, bukan main kagetnya ketika ia menemukan seorang gadis dengan santainya sedang makan Pudding sambil menonton TV dan main game online. Juugo pun langsung terkejut dan melaporkannya kepada Shiki. Dan dengan entengnya Shiki mengatakan kalau gadis yang dilihat oleh Juugo adalah hantu dari Ryuugajou Nanana, yang dibunuh di kamar itu sepuluh tahun lalu!

The main characters, assembled.
Juugo, yang tidak memiliki pilihan untuk keluar dari apartemen itu karena ia tidak lagi memiliki uang sepeser pun, akhirnya tinggal di apartemen itu bersama Nanana. Tak lama setelah itu, Juugo mengetahui kalau pulau Nanae itu sendiri didirikan oleh Nanana dan teman – temannya yang memiliki julukan GREAT 7, dan di pulau Nanae itu sendiri tersebar berbagai macam harta karun yang telah dikumpulkan oleh Nanana semasa ia hidup. Kehidupan Juugo pun mulai berbelok ke arah yang lebih menarik, terlebih saat ia berkenalan dengan Ikyuu Tensai, yang mengaku sebagai detektif handal, dan bergabung dengan klub petualangan, yang dipimpin oleh Isshin Yuiga, untuk mencari berbagai harta karun terpendam milik Nanana. Premis yang dijabarkan sejauh ini tampak begitu sederhana, kan? Ternyata, apa yang ditawarkan oleh serial ini jauh dari kata sederhana.

Kebohongan Juugo no. 1
Pertama, mari kita lihat sejenak salah satu tokoh protagonisnya, Yama Juugo. Pada episode awal, Juugo nampak seperti karakter utama pada kebanyakan anime: seseorang yang kemampuan fisik yang memadai, namun tidak sebanding dengan inteleknya (pada episode awal, ia kepergok memiliki fetish pada maid dan gadis berkacamata). Namun, seiring berjalannya cerita, terungkap juga latar belakang Juugo, yaitu seorang ahli waris dari kelompok pencuri terkenal, Matsuri, yang benar – benar dibuang oleh ayahnya (ketua kelompok Matsuri) karena ia tidak tahan dengan ideologi Matsuri yang menurutnya konyol (nantinya, ia juga akan berkata bahwa ideologi Tensai dan Yuiga juga konyol). Juugo juga cenderung manipulatif (sebenarnya hampir seluruh karakter di serial ini memiliki sifat ini). Pada saat tertentu, ia memanfaatkan Tensai untuk menyelesaikan Ruins milik Nanana, agar bisa mengontak anggota Matsuri, untuk berhadapan dengan Yuiga yang menghianati ia dan Tensai pada saat perburuan  harta karun Nanana pertamanya! Kemampuan Juugo untuk menolak ideologi – ideologi konyol tadi, ditambah dengan sifat manipulatifnya menjadikan Juugo sebagai sebuah tokoh yang kompleks. Namun kompleksitas Juugo tidak serta – merta merumitkan plot dari anime ini. Tokoh – tokoh pendukung seperti Hoshino Daruku, maid Tensai yang ternyata adalah seorang laki – laki, dan dan Ibara Yuu, tangan kanan Yuiga yang nampaknya siap “meledak” kapan saja saat Yuiga memerintahkannya, meringankan aura ketengangan dan misteri yang berputar di kalangan tokoh utama.

Ledakan spektakuler Ibara #1

Ledakan spektakuler Ibara #2

Ledakan spektakuler Ibara #3
Oke, sudah pusing membaca deskripsi karakternya? Jangan khawatir, karena apa yang saya katakan tidak sepenuhnya terlihat di dalam serial itu sendiri. Dan kalaupun kalian tidak mengerti dengan apa yang saya maksudkan pada paragraf sebelumnya, kalian masih dapat menikmati anime ini. Visual yang keren, arsitektur yang memikat, mekanisme Ruins yang kreatif, dan pola pikir Tensai (yang benar – benar jenius, ngomong – ngomong) yang unik, namun masih dapat dicerna tanpa harus membuat karakter lain tampak bodoh, menjadi poin plus yang bisa didapatkan dari serial ini. Ditambah lagi dengan munculnya nama – nama yang lumayan terkenal sebagai pengisi suara, seperti Kana Asumi (sebagai Tensai) dan Kana Hanazawa (sebagai Daruku), Mamiko Noto, dan yang terbaik, Tomokazu Sugita. Nanana, yang diperankan oleh Rui Tanabe juga bagus, mengingat karakter Nanana merupakan peran utama kedua Tanabe (setelah Cecil di Wizard Barristers). Beberapa adegan tarung dalam serial ini juga dieksekusi dengan cukup rapi. Kuda – kuda dan koreografi antar karakter, hingga pertukaran pukulan dikemas secara apik. Dan tidak seperti beberapa serial yang lain, Nanana juga cukup berani untuk memasukkan luka – luka yang cukup fatal, termasuk pendarahan (walaupun yang terakhir ini nampaknya sengaja dimasukkan untuk mencapai efek komedik hiperbolik), dalam beberapa adegannya.

Ruin 1, Treasure: Teapot That Doesn't Need Tea Leaves.


Ruin 2, Treasure: The Wizard's Cane


Ruin ???, Treasure: ???
Oh iya, satu lagi poin plus dari serial ini. Musiknya. Selain Butterfly Effect yang dibawakan secara enerjik oleh Shiritsu Ebisu Chuugaku sebagai lagu pembuka, Sphere (iya, idol group yang ada Aki Toyosaki sama Haruka Tomatsu nya itu lo …) juga turut andil membawakan lagu penutupnya, Kasukana Hisokana Tashikana Mirai, yang menurut saya benar – benar enak buat didengar. Musik latar yang didominasi oleh genre Orkestra juga memegang peranan besar dalam serial ini. Mulai dari tema – tema yang berhubungan dengan penelusuran Ruins yang memberikan suasana seperti saat memainkan game RPG atau Dungeon Crawler, lalu komposisi santai yang menyertai adegan sehari – hari, dan ditambah lagi dengan adanya gubahan yang berfungsi sebagai prelude Boss Theme (serius, ADA MUSIK YANG DIKHUSUSKAN SEBAGAI PEMBUKA SCENE MELAWAN BOSS, meskipun tidak seepik Dancing Mad- nya Final Fantasy VI), membuat serial ini sangat keren. Entah apa yang dipikirkan composer serial ini, Keigo Hoashi, saat membuat soundtrack dari anime ini, karena kontribusi Hoashi yang sebelumnya dalam anime Tasogare Otome x Amnesia tidak terlalu menarik perhatian saya.

Sayangnya, walaupun ditopang dengan visual yang keren dan arsitektur yang memikat, serial ini tidak didukung oleh animasi yang mumpuni. Disutradarai oleh Kanta Kamei (Usagi Drop, Oreshura), dan diproduksi oleh A-1 Pictures (AnoHana, Sora no Oto, Uchuu Kyoudai), animasi Nanana tidak bisa dikatakan “bersih”. Terdapat beberapa transisi adegan yang kasar, dan pergerakan sekuens (terutama untuk adegan yang relatif cepat) terasa melompat – lompat. Mungkin, karena A-1 Pictures pada saat ini sedang disibukkan oleh beberapa anime lainnya (Fairy Tail Season 2, Sword Art Online II, Aldnoah.Zero). Walaupun demikian, detil – detil kecil tadi tidak membuat saya komplain, seperti yang saya lakukan pada Soredemo Sekai wa Utsukushii.

Intinya, petualangan mencari harta karun yang memulai perjuangannya sebagai anime Underdog ini berhasil memanfatkan potensial yang dimiliki dan menjadikannya tontonan yang paling tidak terduga musim ini. Karakter yang benar – benar berwarna, visual yang manis, dan musik yang (lumayan) epik, membuat siapa saja yang menonton Ryuugajou Nanana no Maizoukin ini bakal bertanya – tanya, kapan season duanya dibuat. Saya pun termasuk dari mereka yang menunggu – nunggu petualangan selanjutnya dari Juugo, Tensai, Yuiga, Adventure Club, Matsuri, dan tentu saja, GREAT 7 itu sendiri.
Anime-Supernatural 8051907696484318916

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

[EVENT] Doki Doki Festival

[EVENT] COSGRAPH 2014

Sosmed-Arena

UTAINDO


Follow by Email

Gabung dengan Kami

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *