Loading...

[Review] Mekakucity Actors

Saya kehabisan prakata untuk anime yang satu ini. Sempat didapuk menjadi tontonan yang ditunggu - tunggu, penampilan perdana Mekakucity...


Saya kehabisan prakata untuk anime yang satu ini. Sempat didapuk menjadi tontonan yang ditunggu - tunggu, penampilan perdana Mekakucity Actors dianggap mengecewakan. Episode keduanya pun tidak kunjung membaik. Hingga pada akhirnya, banyak penonton yang merasa kecewa dengan ending dari Mekakucity Actors. Tapi entah mengapa, saya menikmati suguhan Akiyuki Shinbo dan SHAFT kali ini.

Oke, sebelum saya mengulas Mekakucity Actors, biarkan saya mengatakan beberapa hal. Pemahaman saya mengenai musisi yang menggunakan Vocaloid dan fandom yang ditimbulkan lebih ‘cetek’ daripada genangan air di jalan sehabis hujan, sehinga jika ada sesuatu dari tulisan ini yang kurang pas di mata penggemar Vocaloid dan berbagai macam fandomnya, tolong, jangan sambit saya. Lebih baik jika anda berdiskusi dengan RJ seperti Shima atau Ziw, yang paling tidak lebih berpengalaman dalam hal Vocaloid dan semacamnya daripada saya.

Cerita di Mekakucity Actors berkutat pada kejadian aneh di tanggal 14 dan 15 Agustus, di mana beberapa orang dinyatakan menghilang, setelah ditelan oleh “ular” raksasa, dan tidak pernah kembali lagi. Kejadian yang disebut Kagerou Daze (Heat Haze Daze) itu, selain membuat orang menghilang, juga diduga memberikan bermacam – macam kekuatan yang berhubungan dengan mata.

Adalah Shintaro, seorang jenius yang menjadi Hikikomori setelah teman dekatnya bunuh diri, sedang melakukan kegiatan seperti biasa di kamarnya, ketika Ene, seorang gadis yang tinggal di dalam komputer miliknya, mengganggu dan membuat ia menumpahkan soda ke Keyboard-nya. Karena hal tersebut, ia harus keluar rumah untuk membeli Keyboard yang baru.

Ene
Sementara itu, Kido, Seto, Kano dan Mary, menemukan anggota baru Mekakushi-dan, yaitu Momo, adik dari Shintaro. Mekakushi-dan, perkumpulan para pengguna kekuatan mata, sedang mencari orang – orang yang memiliki kekuatan sama dengan mereka. Dan setelah Mary mencoba untuk menjamu Momo (dan gagal, karena ia memecahkan gelas, serta menumpahkan isinya), Mekakushi-dan pun berusaha untuk memperbaiki situasi (dan membelikan Momo ponsel baru, karena ponsel lamanya tersiram suguhan Mary) dengan cara keluar ke toserba sama – sama.

Momo
Pada saat yang sama, Hibiya, yang diajak temannya Hiyori untuk menginap di rumah pamannya di kota, mengalami kejadian yang aneh. Setelah bertemu dengan keponakan angkat pamannya, Konoha (yang menurutnya mencurigakan), ia terus – menerus mengalami mimpi yang sama, di mana di dalam mimpi itu, Hiyori akan mati pada suatu siang hari yang panas, tanggal 15 Agustus. Setelah berkali – kali mencoba berbagai macam cara untuk mencegah Hiyori mati di mimpinya, Hibiya akhirnya menyadari bahwa semua usahanya sia – sia,.Walaupun begitu, ketika hari – H tiba, ia tetap mencoba menyelamatkan Hiyori, kali ini dengan mengorbankan dirinya sendiri. Ia pun lalu tak sadarkan diri, dan ketika siuman, Hiyori sudah tidak ada lagi.

Hiyori
Berbagai macam plot yang tidak berhubungan ini (walaupun nantinya akan bersaling – silang searah dengan berjalannya cerita utama) membuat Mekakucity Actors agak membingungkan untuk diikuti mereka yang tidak familiar dengan karya induknya, Kagerou Project.

Untuk yang belum paham, Kagerou Project adalah kumpulan lagu Vocaloid yang diciptakan oleh Jin (a.k.a. Shizen no Teki-P), yang bercerita tentang Mekakushi-dan itu sendiri. Berawal dari lagu berjudul Jinzou Enemy, lalu dilanjutkan dengan Mekakushi Code, hingga akhirnya, pada lagu ketiganya, Kagerou Daze, popularitas Kagerou Project semakin meningkat, hingga pada tahun 2012, dibuatlah adaptasi Light Novel serta Manga-nya, yang masing – masing diilustrasikan oleh Shidu dan Mashiro Satou. Mekakucity Actors sendiri merupakan anime adaptasi Kagerou Project, yang diproduksi oleh SHAFT (Monogatari Series, Puella Magi Madoka Magica) dan disutradarai oleh Akiyuki Shinbo (hampir semua anime produksi SHAFT). Jin juga ikut andil bagian sebagai penulis script, composer, dan juga bertindak sebagai series composition.

Jadi, Mekakucity Actors ini adalah anime adaptasi lagu Vocaloid kedua yang saya tonton (yang pertama adalah Black Rock Shooter-nya Supercell). Tidak seperti Black Rock Shooter (yang sebelumnya sudah pernah saya dengarkan lagu aslinya), saya tidak mendengarkan lagu – lagu Kagerou Project terlebih dahulu untuk menonton Mekakucity Actors. Dan, jujur saja, saya merasa kebingungan. Saya berusaha meraba – raba ke mana arah cerita dari Mekakucity Actors ini. Penayangan episode yang tidak kronologis cukup membuat saya pusing, sehingga saya harus mengintip spoiler di sana – sini. Entah mengapa, Shinbo dan SHAFT berusaha untuk membuatnya mirip seperti format penayangan The Melancholy of Haruhi Suzumiya. Yang jelas, barulah pada saat anime ini selesai tayang, saya baru bisa mengerti sebagian cerita di Kagerou Project.

Gaya penyutradaraan Shinbo di sini juga tidak memperjelas plot dari anime ini. Shinbo, yang dikenal lewat gaya uniknya dalam menyutradarai judul – judul seperti Monogatari Series dan Puella Magi Madoka Magica, lagi – lagi menggunakan trik – trik yang sama dalam Mekakucity Actors. Banyaknya SHAFT Head-Tilt (terlihat dari 3 gambar di atas), simbolisme, dan repetisi objek dalam suatu frame, yang menjadi ciri khas Shinbo, membuat anime ini terlihat malas dari sisi teknik produksi. Apalagi jika kamu adalah salah satu dari mereka yang mengikuti fandom Monogatari Series, kamu akan langsung mengetahui kalau Shinbo (lagi – lagi) “menyanyikan lagu yang sama”. Terlebih lagi, kalau dibandingkan dengan Madoka Magica, serial ini terbilang polos pada pewarnaan latar dan karakternya. Mungkin hal inilah yang membuat fans Kagerou Project merasa tidak puas dengan adaptasi Mekakucity Actors ini.

A "normal" sets of traffic lights
Ngomong – ngomong soal ketidakpuasaan, saya sempat mendapati seorang admin dari suatu grup penggemar Vocaloid di Indonesia sempat mengutarakan ketidakpuasannya pada Mekakucity Actors, setelah ia mengetahui kalau Jin akan berkolaborasi dengan MARiA dari GARNiDELiA dalam lagu pembuka Mekakucity Actors, yang berjudul Daze. Lucunya, ia mengekspresikan ketidakpuasannya seperti kader FPI yang menyerukan keharaman atas sesuatu. Sang admin berkata di grup ini, bahwa MARiA tidak pantas berkolaborasi dengan Jin karena berbagai alasan dan ia berharap dengan tulusnya agar GARNiDELiA bubar! Sontak saya langsung tertawa terbahak – bahak melihat screenshot post sang admin. Dan setelah saya mendalami “kritikan – kritikan pedas” yang diluncurkan oleh mereka yang mengaku sebagai “fans” Kagerou Project ini, bisa saya simpulkan: fandom Kagerou Project sama menariknya untuk ditonton dengan fandom pilpres tahun ini.

Ene pun sampai tertawa melihat screenshot tersebut.
Pertanyaannya, apakah lagu kolaborasi MARiA dan Jin seburuk itu? Menurut saya pribadi, tidak. Vokal MARiA yang kuat dapat mengimbangi melodi rock-alternatif yang dibawakan Jin, sehingga irama yang penuh energi itu dapat membuka Mekakucity Actors secara keren. Lagu – lagu lain dalam Kagerou Project yang muncul dalam anime ini, seperti Headphone Actor (dibawakan oleh LiSA), Kagerou Daze (dibawakan oleh Shouichi Taguchi dari Sentimental Vector), dan Kisaragi Attention (dibawakan oleh Luna Haruna) juga benar – benar enak untuk didengar, walaupun saya tidak mendengarkan versi originalnya (yang dinyanyikan oleh IA dan Hatsune Miku). Di sini, saya tidak akan memberikan perbandingan antara kedua versi, karena saya tidak mendengarkan versi originalnya terlebih dahulu. Tapi, bisa saya simpulkan, bahwa lagu – lagu di Kagerou Project enak untuk didengar, tanpa memperdulikan versi dari lagu itu sendiri.

Akhir kata, salah satu judul yang sempat dinanti hasilnya ini, telah memberikan saya kepuasan secara tersendiri. Mulai dari ceritanya yang cukup “unik”, fandom-nya yang “beragam”, serta musiknya yang benar – benar nikmat, Mekakucity Actors, yang sempat ditempeli predikat overhyped anime, cukup layak untuk mendapatkan predikat layak tonton musim ini. Saya rasa, Mekakucity Actors akan bisa kamu nikmati, kecuali kamu yang sedang mengikuti fandom Monogatari atau Vocaloid (khususnya Kagerou Project).
Anime-Supernatural 2797578195090495252

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

[EVENT] Doki Doki Festival

[EVENT] COSGRAPH 2014

Sosmed-Arena

UTAINDO


Follow by Email

Gabung dengan Kami

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *